2025: Catatan Perjalanan Hijau

Tahun 2025, saya menghabiskan sebagian besar waktu untuk misi yang mind-blowing: membantu tim proyek GIZ-GESIT (Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation), proyek kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas dan BMZ Jerman. Vibes utamanya adalah mendukung transisi Indonesia menuju konsep Ekonomi Hijau dan memastikan kita punya tenaga kerja terampil buat Green Jobs.

Perjalanan saya di 2025 ini fokus ke tiga provinsi pionir GESIT: Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau. Tujuannya cuma satu: support upaya pengembangan kapasitas para stakeholder biar ketenagakerjaan di bidang Green Jobs ini makin hype dan inklusif.

iG:@ini_omtheo_003Wa:082251825266

Rute 1: Samarinda, Kalimantan Timur — Transisi Mode On

Perjalanan ke Samarinda ini benar-benar bikin saya melihat gimana sebuah daerah berani shifting dari ekonomi ekstraktif. Kaltim selama ini dikenal dengan industri tambang, tapi sekarang lagi on track buat transformasi ke pembangunan berkelanjutan, sejalan sama agenda IKN.

Sejak Mei 2025, GESIT sudah spill rencana buat bikin skills roadmap buat sektor Solar PV (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di Kaltim. Kenapa Solar PV? Karena sektor ini dianggap jadi peluang kunci buat green growth dan penciptaan lapangan kerja hijau, menggantikan peran batu bara yang selama ini dominan. Sepanjang Mei hingga Juli 2025, tim sudah sibuk mengumpulkan data dan wawancara mendalam.

Puncaknya di Oktober, tepatnya 13–15 Oktober 2025, saat saya membantu Pelatihan Green Jobs Champion (GJC). Pelatihan ini penting banget untuk membangun kapasitas lokal, yang melibatkan 28 peserta dari Pemda, perusahaan, dan universitas. Mereka akan jadi ambassador yang membantu sosialisasi Green Jobs di provinsi. Selain itu, perwakilan Kaltim juga hadir di workshop di Jakarta pada bulan Agustus dan November 2025 untuk memdiskusikan bagaimana caranya data Green Jobs diintegrasikan ke dalam Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) mereka.

Rute 2: Tanjung Pinang, Kepulauan Riau — Global Hub Energi Terbarukan

Next level vibes ada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Daerah ini punya potensi gede banget, terutama di sektor energi terbarukan dan kelautan. Bayangin, Kepri berpotensi jadi pusat pengembangan industri PLTS berorientasi ekspor, bahkan ada Proyek Koridor Hijau Indonesia-Singapura yang sangat membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang Solar PV.

Aksi nyata tim GESIT di sini berfokus pada pelatihan GJC yang saya assist di Hotel CK Tanjung Pinang, dari 29 September sampai 2 Oktober 2025. Total ada 27 peserta yang ikut. Pelatihan ini adalah bagian dari area prioritas yang perlu didukung di Kepri, yaitu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang Green Jobs di kalangan industri dan akademisi. Sektor potensial lain yang dibahas Kepri selain Energi adalah Industri Pengolahan, Kelautan/Perikanan berkelanjutan, dan Daur Ulang Sampah.

Rute 3: Surabaya, Jawa Timur — Pioneer Ekonomi Hijau

Last but not least, Surabaya. Jawa Timur ditetapkan sebagai salah satu provinsi pionir implementasi Proyek GESIT. Di Jatim, sektor Green Jobs itu beragam, mulai dari Manufaktur Makanan & Minuman, pengelolaan sampah (contohnya diubah jadi Refused Derived Fuel atau budidaya magot), Energi Terbarukan, hingga kehutanan (skema Perhutsos).

Di provinsi ini saya juga terlibat dalam Green Jobs Champion Training dari 21–23 Oktober 2025 di Surabaya. Di sini, 29 peserta dilatih untuk jadi perpanjangan tangan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) guna menyebarluaskan informasi tentang Pekerjaan Hijau. It’s all about building the network dan memastikan semua orang paham urgensi Green Jobs.

Overall, perjalanan 2025 ini secara nyata membuktikan kalau transformasi hijau itu bukan sekadar wacana. Dari Sabang (Kepri) sampai Timur (Kaltim dan Jatim), GESIT memacu perubahan untuk SDM unggul yang siap menyambut masa depan pekerjaan yang lebih hijau. Green Jobs itu real, dan Indonesia sedang menyiapkan skills buat nge-tap potensi tenaga kerja hijau di masa depan!

Let’s save the planet while securing our future!