
•
Akau Potong Lembu adalah pusat kuliner malam legendaris di Tanjungpinang. Kawasan Potong Lembu memiliki akar sejarah sebagai area permukiman pesisir tradisional yang erat dengan aktivitas perdagangan dan penyembelihan hewan (terutama lembu/sapi) pada masa lalu. Terletak di tepi laut, kawasan ini mencerminkan sejarah panjang Tanjungpinang sebagai pusat perdagangan Melayu dan Tionghoa di Kepulauan Riau.

•
Udara di Kalimantan Timur pada pertengahan Januari 2026 terasa berbeda. Bukan hanya karena guyuran hujan yang menyegarkan, tetapi karena getaran energi progresif yang menguar di setiap sudut Ibu Kota Nusantara (IKN). Kunjungan saya kali ini memiliki tujuan spesifik: bertemu dengan tim di Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital dan melihat langsung perkembangan pembangunan IKN.

•
Solusi air bersih sebenarnya sederhana dan terjangkau – hanya butuh kemauan politik dan partisipasi masyarakat. “charity; water” yang didirikan oleh Scott Harrison dan Komodo Water oleh Shana Fatina, menjadi bukti nyata.

•
Tahun 2025, saya menghabiskan sebagian besar waktu untuk misi yang mind-blowing: membantu tim proyek GIZ-GESIT (Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation), proyek kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas dan BMZ Jerman. Vibes utamanya adalah mendukung transisi Indonesia menuju konsep Ekonomi Hijau dan memastikan kita punya tenaga kerja terampil buat Green Jobs.

•
Pada tahun 2026, bangsa Indonesia akan bangun dalam realitas di mana dampak perubahan iklim bukan lagi ancaman yang dibicarakan di meja-meja seminar, workshop atau webinar, tetapi kondisi harian yang harus dihadapi.

•
Buku ini menawarkan sesuatu yang jarang kita temui: optimisme yang radikal. Bukan optimisme naif, tetapi optimisme yang bekerja, yang dibangun di atas sains keras, imajinasi sosial yang luas, dan keyakinan bahwa kita masih bisa—bahkan harus—membayangkan dan membangun masa depan yang layak dihuni.

•
Setiap pagi, jutaan warga Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia menghirup sarapan beracun. Bukan dari makanan, tetapi dari polusi udara, yang bukanlah gangguan sampingan, melainkan “pembunuh tak kasat mata” yang merampas jutaan nyawa setiap tahun, menggerogoti ekonomi, dan memperdalam ketidakadilan sosial.

•
Tahun 2016 merupakan tahun terakhir saya tinggal di rumah Colomadu, Karanganyar (sejak 2008) sebelum pindah kembali ke rumah di Mbesi, Sleman, Yogya. Di tahun ini saya sempat menulis beberapa catatan, sebagian besar tentang refleksi diri. Selamat membaca dan merenungi (jika memang menarik).

•
Buku ini mengajak pembaca menyaksikan sebuah pergeseran paradigma: lahirnya “kapitalisme sosial” di mana kesuksesan perusahaan diukur bukan hanya dari laporan keuangan, namun dari kemampuannya menciptakan “nilai bersama” (shared value).

•
Saya berkesempatan indekos di Jakarta, kurang lebih enam tahun, antara tahun 2017 – 2023. Selama itu pula saya berusaha “menjinakkan” kerasnya kota ini dengan menulis puisi. Tentang apapun. Tapi sebagian besar juga tentang cinta. Cinta untuk siapapun yang saya temui disana dan berbagi cerita. Selamat membaca, dan silakan disalin jika membutuhkan.