Membaca puisi “Disebabkan oleh Angin” karya WS Rendra, saya menemukan sebuah mahakarya miniatur yang memadukan observasi alam yang tajam dengan gejolak batin yang paling manusiawi, menjadikannya sebuah pernyataan cinta yang universal namun tetap intim. Bahasanya jujur dan gamblang. Rendra tidak hanya menggambarkan sebuah adegan, tetapi langsung membawa pembaca ke dalam pusaran perasaan yang dialami sang persona.
Coba baca bait 1: “Disebabkan oleh angin dahan-dahan pohon di halaman bergoyang. Dan disebabkan oleh cintaku padamu isi hatiku bergoyang.” Rendra membuat paralelisme yang genius. Cinta, seperti angin, adalah kekuatan yang tak terlihat namun sangat nyata dampaknya. Jika angin menggerakkan dahan, cinta menggerakkan dan menggoyang seluruh isi hati.
“Disebabkan Oleh Angin” adalah puisi yang sempurna dalam kesederhanaannya. Rendra, yang sering dijuluki “Burung Merak” karena puisinya yang kadang flamboyan dan kaya simbol, justru menunjukkan kelasnya yang sesungguhnya di sini: kemampuan untuk mengatakan sesuatu yang sangat dalam dengan cara yang sangat sederhana. Puisi ini mudah dipahami bahkan oleh pembaca puisi pemula, namun kedalamannya tidak pernah habis digali.
Kekuatan utamanya terletak pada metafora yang padat dan konsisten dari awal hingga akhir. Kesejajaran antara “angin → dahan bergoyang” dan “cinta → hati bergoyang” dijaga dengan rapi, menciptakan sebuah struktur yang kokoh dan memuaskan. Puisi ini juga sangat jujur dan manusiawi. Ia mengakui kegelisahan, kegugupan, dan keterbatasan kita dalam mengungkapkan perasaan, namun pada saat yang sama merayakan keindahan dari keterbatasan itu sendiri.
Pada akhirnya, “Disebabkan Oleh Angin” bukan sekadar puisi cinta. Ia adalah puisi tentang proses merasakan dan bagaimana perasaan yang abstrak itu membutuhkan perumpamaan yang konkret dari alam untuk bisa dipahami. Puisi ini mengajarkan kita bahwa untuk memahami gejolak batin kita sendiri, kita seringkali perlu melihat ke luar, kepada alam, dan menemukan bahwa kita adalah bagian dari irama alam yang sama. Saya sudah jatuh cinta dengan puisi ini, sejak pertama kali membacanya. (*)
Puisi Lengkap: Disebabkan Oleh Angin
Karya: WS Rendra
Disebabkan oleh angin dahan-dahan pohon di halaman bergoyang.
Dan disebabkan oleh cintaku padamu isi hatiku bergoyang.
Aku melihatnya dari balik jendela,
dan hatiku menjadi terharu.
Aku ingin menyanyi dan menari.
Dan ingin mengatakan bahwa aku cinta padamu.
Tapi aku bukan penyanyi dan bukan penari.
Aku hanya orang yang jatuh cinta.
Maka kalau kau melihatku, janganlah tertawa.
Dan janganlah mengibarkan saputanganmu.
Sebab aku ini hanya bergoyang sebab disebabkan oleh cinta.
Seperti dahan-dahan pohon di halaman disebabkan oleh angin.
