Saya membuat catatan dan refleksi pribadi atas buku-buku yang saya baca, perjalanan yang saya lalui, dan puisi-puisi yang saya saya tulis, tidak hanya untuk merekam apa yang tersurat dan tersirat, tetapi juga untuk berbagi bagaimana sebuah cerita atau gagasan dapat mengubah cara kita memandang realitas.”
- Terra Nova. Kisah Amerika dan minyak.
by hidayatalbanjariObsesi Amerika terhadap minyak berasal dari infrastruktur yang bergantung pada mobil, permintaan transportasi yang besar, dan peran historisnya dalam politik energi global. Amerika Serikat membangun kejayaannya di abad lalu di atas tiga pilar utama: minyak, mobil, dan pemukiman pinggiran kota (suburbs). Ketiga kekuatan ini sempat dianggap sebagai mesin pendorong “American Dream“. Namun, gaya hidup ini… Read more: Terra Nova. Kisah Amerika dan minyak. - Metode Jakarta
by hidayatalbanjariMembaca Metode Jakarta yang ditulis oleh Vincent Bevins bukan semata membaca tentang sejarah, khususnya tentang Peristiwa 1965 di Indonesia, dan berbagai hal yang menjadi latar belakangnya. Buku ini membongkar rahasia gelap Perang Dingin. Amerika Serikat, melalui lewat CIA, nggak cuma “jualan” demokrasi, tapi juga mendanai pembantaian massal untuk membasmi gerakan kiri di seluruh dunia. Indonesia… Read more: Metode Jakarta - Thirst: Sebuah Kisah Penebusan, Belas Kasih, dan Misi untuk Membawa Air Bersih ke Dunia
by hidayatalbanjariMungkin saat ini Anda merasa tidak ada masalah dengan air. Ketika bangun tidur, Anda bisa langsung cuci muka di toilet yang bersih, cukup jalan tak lebih dari lima atau sepuluh meter dari tempat tidur. Tapi bayangkan anak-anak di daerah yang sulit air. NTT misalnya. Banyak dari mereka setiap hari harus berjalan empat sampai enam kilometer… Read more: Thirst: Sebuah Kisah Penebusan, Belas Kasih, dan Misi untuk Membawa Air Bersih ke Dunia - 2026: apa yang akan kita temui?
by hidayatalbanjariBayangkan kita bangun di tahun 2026, dan udara semakin berat, bencana makin sering terjadi dan cuaca berubah tak menentu. Ini bukan fiksi ilmiah. Pada tahun 2026, bangsa Indonesia akan bangun dalam realitas di mana dampak perubahan iklim bukan lagi ancaman yang dibicarakan di meja-meja seminar, workshop atau webinar, tetapi kondisi harian yang harus dihadapi. Saya… Read more: 2026: apa yang akan kita temui? - The Invisible Killer: ketika udara menjadi pembunuh senyap
by hidayatalbanjariSetiap pagi, jutaan warga Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia menghirup sarapan beracun. Bukan dari makanan, tetapi dari udara. Kabut kecokelatan yang menyelimuti gedung-gedung tinggi, bau asap knalpot yang menusuk di perempatan lampu merah, dan laporan aplikasi kualitas udara yang terus-menerus menampilkan status “Tidak Sehat”—itulah realitas harian kita. Kita telah menerima polusi udara sebagai… Read more: The Invisible Killer: ketika udara menjadi pembunuh senyap - “The Future Earth”: Mimpi iklim Indonesia di tepi jurang optimisme
by hidayatalbanjariIndonesia adalah raksasa karbon yang terjaga. Dari kebakaran gambut di Kalimantan yang menghembuskan asap hingga ke negara tetangga, hingga PLTU batubara yang menyumbang lebih dari 60% energi nasional, jejak emisi gas rumah kaca kita menghitamkan atmosfer dan masa depan. Dalam tenggat waktu yang semakin menipis untuk menghindari bencana iklim terburuk, Eric Holthaus, dalam bukunya yang… Read more: “The Future Earth”: Mimpi iklim Indonesia di tepi jurang optimisme - World Inc: Kekuatan pasar dan solusi etis di tengah jerat korupsi Indonesia
by hidayatalbanjariDalam beberapa tahun terakhir, kita melihat semakin banyak perusahaan-perusahaan raksasa tidak lagi sekadar mengejar profit, tetapi justru menjadi motor utama penyelesaian masalah sosial dan lingkungan global—dari krisis iklim hingga kesenjangan. Feomena ini mirip yang dibayangkan (dan ditawarkan) oleh Bruce Piasecki, seorang pakar manajemen dan kebijakan, dalam bukunya yang provokatif, World Inc: When It Comes to Solutions—Both… Read more: World Inc: Kekuatan pasar dan solusi etis di tengah jerat korupsi Indonesia - Puisi di Jakarta
by hidayatalbanjariSaya berkesempatan indekos di Jakarta, kurang lebih enam tahun, antara tahun 2017 – 2023. Selama itu pula saya berusaha “menjinakkan” kerasnya kota ini dengan menulis puisi. Tentang apapun. Tapi sebagian besar juga tentang cinta. Cinta untuk siapapun yang saya temui disana dan berbagi cerita. Selamat membaca, dan silakan disalin jika membutuhkan 2017Semoga harimu menyenangkan. Waktu… Read more: Puisi di Jakarta - Puisi cinta
by hidayatalbanjariSelama kurun waktu 2015 – 2017, saya banyak melakukan perjalanan ke daerah di Indonesia. Dalam perjalanan tersebut saya cukup produktif menulis puisi pendek, sebagian besar tentang cinta dan rindu. Bukan tanpa alasan tentunya. Menulis puisi cinta menjadi cara saya mengelola perasaan seperti kesepian, keterpesonaan, atau kerinduan yang sering muncul saat traveling sendirian. Selamat menikmati, dan… Read more: Puisi cinta - Catatan di Colomadu
by hidayatalbanjariTahun 2016 merupakan tahun terakhir saya tinggal di rumah Colomadu, Karanganyar (sejak 2008) sebelum pindah kembali ke rumah di Mbesi, Sleman, Yogya. Di tahun ini saya sempat menulis beberapa catatan, sebagian besar tentang refleksi diri. Selamat membaca dan merenungi (jika memang menarik). Malam tak lagi menjadi milikku,Demikian juga hati dan tubuhku,Dunia yang menarik tak lagi… Read more: Catatan di Colomadu - Disebabkan oleh Angin – WS Rendra
by hidayatalbanjariMembaca puisi “Disebabkan oleh Angin” karya WS Rendra, saya menemukan sebuah mahakarya miniatur yang memadukan observasi alam yang tajam dengan gejolak batin yang paling manusiawi, menjadikannya sebuah pernyataan cinta yang universal namun tetap intim. Bahasanya jujur dan gamblang. Rendra tidak hanya menggambarkan sebuah adegan, tetapi langsung membawa pembaca ke dalam pusaran perasaan yang dialami sang… Read more: Disebabkan oleh Angin – WS Rendra - The Future We Choose
by hidayatalbanjaridan Indonesia di tepi jurang iklim Banjir bandang dan tanah longsor yang kembali melanda Sumatera di akhir bulan November 2025, merenggut nyawa, menghanyutkan rumah, dan menyisakan nestapa, bukan sekadar “bencana alam”. Itulah secuil wajah masa depan yang kita pilih sehari-hari. Sebuah masa depan yang ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan kebijakan pembiaran, konsesi lahan yang… Read more: The Future We Choose - Pulang ke Alam
by hidayatalbanjariLuka kelam 1965 yang tak Pernah Pulang di Indonesia Kini Di tengah hiruk-pikuk era digital dan polarisasi politik Indonesia modern, di mana istilah “balas dendam sejarah” dan “rekonsiliasi” kerap menjadi hashtag kosong, Novel Pulang & Namaku Alam karya Leila S. Chudori hadir bagai suara yang menggema dari lorong waktu yang sengaja dibisukan. Buku ini bukan sekadar… Read more: Pulang ke Alam - The Green New Deal
by hidayatalbanjariPeta jurus hidup melawan kiamat iklim dan alarm untuk Indonesia yang setengah hati Membaca buku The Green New Deal karya Jeremy Rifkin ini membuat saya merenung dan berpikir bahwa buku ini lebih dari sekadar manifesto lingkungan. Buku ini adalah cetak biru sistematis yang menyambungkan titik-titik antara revolusi teknologi digital, energi terbarukan, dan mobilitas listrik menjadi… Read more: The Green New Deal - 2030
by hidayatalbanjariMenuju Indonesia Emas atau Terperangkap dalam Paradigma Usang? Bayangkan dunia di mana populasi lansia lebih banyak dari generasi muda, Afrika menjadi pasar raksasa baru, dan wanita menguasai mayoritas kekayaan global. Sebuah dunia yang sama sekali tidak kita kenal, tetapi hanya berjarak tujuh tahun dari sekarang. Inilah gambaran masa depan yang ditawarkan Mauro F. Guillen dalam… Read more: 2030